Welcome to my Blogg^^
Assalamu'alaikum Warahmtullahi Wabarokatuh

Kamis, 01 Juli 2010

Renungan Jiwa - Pesona Kematian

Sa'id Al-Qassam
Pagi kemarin aku ta’ziyah. Ayah temanku berpulang. Sebuah ritual jiwa. Pengalaman yang menggugah rasa. Penuh dengan pesan sacral. Sebuah tanda keberadaan-Nya. Sebuah bukti kekuasaan-Nya. Sarat dengan ibroh. Tentang kehidupan. Tentang persiapan. Tentang amalan. Tentang akhir perjalanan. Tentang hakekat kematian. Tahukah kau apa sebenarnya hakekat kematian? Kehidupan. Ya, hakekat kematian adalah kehidupan. Unik sekalikan?! Seperti itulah makna pesan Abu Bakar Shidik RA kepada para tentaranya. “Pergilah kalian mencari kematian, niscaya akan kau dapati kehidupan.” Seperti itu juga Allah menyebutkan : Jangan kamu kira mereka yang terbunuh di jalan Allah itu mati. Mereka justru hidup dan mendapat rizki…

Belum selesai menulis ini seorang teman yang lain mengirim SMS : “Ya Allah, tidak ada kehidupan yang sesungguhnya kecuali kehidupan akhirat…(mutafaqun alaih)”. Kehidupan dunia menipu. Kehidupan akhirat hakiki. Betapa haru biru hatiku. Seharusnya, ibroh kematian membuat semakin lembut hati. Peristiwa kematian, adalah pembelajaran tentang kematian. Pembelajaran tentang kehidupan. Bukanlah kematian adalah akhir kehidupan, tapi justru awal kehidupan sesungguhnya. Sangat berbeda mata dan hati melihatnya. Mereka menganggap sebuah akhir. Kita menilainya sebuah awal. Mereka menganggap sebuah kehinaan. Kita meyakini sebuah kemuliaan. Seperti itulah tanda kelemahan diri kita, manusia. Ketakmampuan menilai. Kelemahan memahami. Keterbatasan akal. Kedangkalan jiwa. Kekurangan amal. Kebanyakan dosa.

Bahkan, jika mengingat kematian, tak selalu menggetarkan.
Tak melahirkan ketakutan.
Tak menimbulkan ketundukan.
Tak bertambah keimanan.
Sungguh, betapa berani si lemah ini menentang.
Betapa sombong si degil ini melawan.
Betapa malas si pandir ini beribadah.
Jiwa yang lemah, semakin lemah.
Hati yang buta, semakin renta. Terjebak dunia.
Tertipu usia. Mati sia-sia.

Padahal, kematian adalah pesona. Ujung jalan kita adalah kematian. Dan kita mesti berlomba mengindah-indah kematian.

Pesona kematian. Husnul khotimah.
Bukan mengindah-indah kehidupan.
Menambah-nambah kekayaan.
Mengumpul-ngumpul harta.
Mengejar gelar dan tahta.
Melupakan kematian.
Karna kematian sangat dekat.
Sedekat urat leher kita.
Selalu disini. Mengikuti kemana pergi.
Bukan menghindari. Tapi menghadapi.
Bukan menipu diri. Tapi tambah amalan. Tambah bekalan.

Pesona kematian menjelma dalam keyakinan yang teguh. Dalam kerja berterusan. Dalam kesabaran. Dalam pengorbanan. Dalam perjuangan. Dalam ketsiqohan. Dalam keikhlasan. Dalam kesempitan. Dalam kelapangan dada. Dalam kata maaf. Dalam senyum. Dalam empati. Dalam kata. Dalam tatap mata. Dalam detak jantung. Dalam setiap langkah. Dalam tarikan nafas. Dalam sholat. Dalam doa. Dalam hidup di dunia. Ya Robb.. jadikan hidupku penuh barokah. Jadikah matiku husnul khotimah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar